
Aceh Jaya-Sebanyak 40 pimpinan dayah se-Kabupaten Aceh Jaya mengikuti Pelatihan Kemandirian Dayah yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan dayah agar mampu mandiri secara finansial.
Pelatihan ini dirancang untuk mendorong dayah agar tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan kemandirian ekonomi melalui berbagai program dan unit usaha produktif. Para peserta dibekali materi strategis mengenai pengelolaan keuangan, perencanaan bisnis, serta pengembangan usaha yang sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing dayah.
Dalam kegiatan tersebut, para narasumber memaparkan berbagai model usaha yang dapat dikembangkan oleh dayah, antara lain di bidang pertanian, peternakan, koperasi santri, usaha kuliner, serta pengelolaan unit bisnis berbasis ekonomi syariah. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman tentang manajemen usaha, strategi pemasaran, serta pengelolaan sumber daya manusia agar unit usaha yang dijalankan dapat berkelanjutan.
Ketua STAI Nusantara, Dr. Dicky Wirianto, M.A., selaku salah satu pemateri, menyampaikan bahwa kemandirian finansial dayah sangat penting untuk menunjang keberlangsungan pendidikan, meningkatkan kesejahteraan tenaga pengajar, serta memperbaiki sarana dan prasarana pembelajaran. Melalui pengelolaan unit usaha yang profesional, dayah diharapkan mampu membiayai sebagian besar kebutuhannya secara mandiri tanpa ketergantungan kepada pemerintah.

Para pimpinan dayah menyambut baik pelatihan ini dan berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam mewujudkan dayah yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Ke depan, para peserta berkomitmen untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dengan mengembangkan berbagai program usaha di dayah masing-masing.
Pelatihan Kemandirian Dayah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan dayah di Aceh Jaya serta memperkuat peran dayah sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan ekonomi umat.[]
