16 Mar 2026 00:44 - 3 menit membaca

Kenang Jasa Guru dan Sahabat, Alumni Dayah MUDI Aceh Utara Gelar Santunan Anak Yatim

Bagikan

Aceh Utara — Semangat kepedulian dan persaudaraan kembali ditunjukkan oleh para alumni Dayah MUDI Samalanga yang berasal dari Aceh Utara. Dalam sebuah kegiatan penuh kehangatan dan haru, para alumni menggalang donasi untuk memberikan santunan kepada anak-anak yatim dari para alumni Dayah MUDI yang telah lebih dahulu berpulang ke rahmatullah.

Total donasi yang berhasil dihimpun dari para alumni mencapai Rp43.075.000. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada 34 anak yatim, dengan nilai santunan rata-rata sekitar Rp1.250.000 untuk setiap anak.

Penyerahan santunan secara simbolis dilaksanakan di Dayah Irsyadul Ibad Al-Aziziyah Lhoksukon yang dipimpin oleh Mulyadi A. Karim. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menjadi momentum untuk mempererat kembali ikatan para alumni sekaligus mengenang jasa para guru yang telah mendidik mereka.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Alumni Waled Krueng Geukuh serta para pengurus Alumni Dayah MUDI dari Aceh Utara. Kehadiran mereka menambah kekhidmatan acara yang tidak hanya menjadi ajang penyerahan santunan, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi antarsesama alumni.

Dalam kesempatan tersebut, Waled Krueng Geukuh dan Waled Bintang Hu turut memberikan sambutan dan nasihat yang menyentuh hati. Mereka mengajak para alumni untuk terus menjaga nilai-nilai kebersamaan dan pengabdian yang telah diajarkan oleh para guru di Dayah MUDI.

Dalam sambutannya, mereka juga mengenang jasa para ulama dan guru yang telah wafat, khususnya sosok ulama kharismatik pendiri Dayah MUDI Samalanga, Tgk. H. Abdul Aziz Samalanga, yang telah meletakkan dasar pendidikan ilmu dan akhlak bagi ribuan santri yang menimba ilmu di dayah tersebut.

Di sisi lain, semangat kebersamaan yang terus hidup di kalangan alumni saat ini juga tidak terlepas dari bimbingan pimpinan Dayah MUDI Samalanga sekarang, yaitu Abu MUDI. Melalui didikan dan nasihat beliau, para santri diajarkan untuk menjaga ukhuwah, menghormati guru, serta memelihara kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada keluarga dan anak-anak yatim dari para sahabat yang telah lebih dahulu wafat.

“Kita mungkin telah menyelesaikan masa belajar di dayah, tetapi hubungan batin dengan para guru dan sesama alumni tidak pernah selesai. Salah satu bentuk bakti kita adalah menjaga dan memperhatikan keluarga para sahabat yang telah lebih dahulu dipanggil Allah,” demikian pesan yang sering disampaikan dalam berbagai pengajian.

Kegiatan santunan ini menjadi bukti bahwa ikatan alumni Dayah MUDI bukan sekadar hubungan masa lalu, melainkan sebuah persaudaraan yang terus hidup dan saling menguatkan. Kepedulian terhadap anak-anak yatim para alumni juga menjadi bentuk penghormatan kepada para sahabat yang telah wafat.

Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama pada 25 Ramadhan 1447 H di dayah tersebut, menambah suasana kebersamaan yang hangat di antara para alumni, anak-anak yatim, dan para undangan yang hadir.

Para panitia dan pengurus alumni menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh alumni Dayah MUDI asal Aceh Utara yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, baik melalui donasi maupun dukungan moral.

Mereka berharap santunan ini dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya serta menjadi penguat harapan bagi anak-anak yatim agar tetap tegar menatap masa depan.[]