18 Mar 2026 00:03 - 2 menit membaca

Pengungsi Banjir Langkahan Terharu, Wakil Gubernur Aceh Salurkan Bantuan Sapi untuk Buka Puasa

Bagikan

Aceh Utara — Suasana haru dan bahagia menyelimuti para pengungsi banjir di Kecamatan Langkahan saat waktu berbuka puasa tiba. Di tengah keterbatasan akibat bencana, warga akhirnya dapat menikmati hidangan daging setelah menerima bantuan seekor sapi dari Wakil Gubernur Aceh.

Bantuan tersebut diberikan sebagai respons atas permohonan masyarakat pengungsi yang mengaku sudah lama tidak mengonsumsi daging. Keinginan itu disampaikan langsung saat kegiatan buka puasa bersama di Masjid Matang Drien, yang merupakan kampung asal Bupati Aceh Utara.

“Sudah lama sekali kami tidak makan daging. Kami hanya ingin bisa berbuka bersama dengan lauk yang istimewa, walaupun sederhana,” ujar Yusuf (52), salah seorang pengungsi.

Menanggapi permintaan tersebut, Wakil Gubernur Aceh langsung menyetujui dan mengirimkan satu ekor sapi untuk warga Langkahan. Pada hari pelaksanaan, sapi tersebut disembelih dan diolah secara gotong royong oleh masyarakat di lokasi pengungsian.

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan rasa haru atas kondisi yang dialami para pengungsi. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat terdampak bencana.

“Saya terharu melihat kondisi masyarakat di sini. Di tengah ujian yang mereka hadapi, mereka tetap kuat dan sabar. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi ini adalah bentuk kehadiran pemerintah agar masyarakat tidak merasa sendiri,” ujarnya.

Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar makanan, melainkan simbol perhatian dan kepedulian di tengah situasi sulit. Momen berbuka puasa bersama ini juga menjadi penguat semangat dan kebersamaan di antara para pengungsi.

Di lokasi pengungsian, warga dari berbagai kalangan tampak berkumpul menanti waktu berbuka. Senyum dan rasa syukur terlihat di wajah anak-anak hingga lansia, menandai hadirnya kembali kehangatan di tengah cobaan yang mereka alami.

Bantuan seekor sapi tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga Langkahan, sekaligus pengingat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi musibah.[]