Aceh Besar – Lima mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nusantara turut serta dalam English and Leadership Camp (ELC) 2025, sebuah program unggulan yang berlangsung pada 21-23 Februari 2025 di kompleks Saree School, Gampong Saree, Aceh Besar. Kegiatan ini digagas oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Saree School serta mendapat dukungan dari enam perguruan tinggi di Aceh, yakni Universitas Syiah Kuala (USK), UIN Ar-Raniry, STAI Nusantara, Universitas Serambi Mekkah (USM), Universitas Muhammadiyah Aceh, dan STISNU Aceh. Selain itu, sejumlah pihak seperti PT Pembangunan Aceh (PEMA), PT Pasha Jaya, dan SMKN PP Saree turut berkontribusi dalam kesuksesan acara ini.
ELC 2025 secara resmi dibuka pada Jumat malam, 21 Februari 2025, oleh Koordinator Program Saree School, Rusydi, S.Ag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap berbagai pihak yang telah mendukung penyelenggaraan acara ini serta mendorong peserta untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan antusias dan penuh keseriusan.
“Event yang diikuti oleh 24 peserta dari enam kampus ini diharapkan dapat berjalan dengan sukses serta memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa,” ujar Rusydi.
Sementara itu, Direktur Saree School, Juanda Djamal, memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan global. Ia menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris dan keterampilan kepemimpinan sebagai modal utama dalam persaingan di era modern. Dalam kesempatan tersebut, Juanda juga berbagi pengalaman kepemimpinannya di berbagai organisasi, mulai dari tingkat daerah hingga internasional, sebagai inspirasi bagi peserta.
ELC 2025 menawarkan pendekatan belajar bahasa Inggris yang berbeda dari metode konvensional. Kepala UPT Bahasa USK, Dr. Kismullah, menjelaskan bahwa konsep yang diterapkan dalam program ini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih santai namun efektif.
“Kegiatan ini dapat menciptakan kondisi psikologis positif bagi peserta, sehingga mengubah mindset belajar bahasa Inggris dari kewajiban menjadi kebutuhan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa lingkungan yang jauh dari hiruk-pikuk kesibukan akademik memungkinkan peserta lebih fokus dan bebas dalam berekspresi, sehingga meningkatkan kemampuan berbahasa mereka secara alami.
Melalui English and Leadership Camp 2025, mahasiswa STAI Nusantara dan peserta dari kampus lainnya tidak hanya diharapkan mengasah kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dalam berbicara dan memimpin. Acara ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk membangun jaringan (networking) dengan peserta dari berbagai kampus, memungkinkan mereka bertukar pengalaman serta memperluas wawasan akademik dan profesional.
ELC 2025 membuktikan bahwa belajar bahasa Inggris tidak harus kaku dan membosankan. Dengan metode inovatif dan lingkungan belajar yang mendukung, peserta diharapkan semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kompetensi mereka dalam menghadapi persaingan di tingkat global.