7 Apr 2026 20:55 - 2 menit membaca

Deklarasi FAMe STAI Nusantara Perkuat Literasi Kampus

Bagikan

FAMe STAI Nusantara resmi dideklarasikan di Aula STAI Nusantara Banda Aceh, Selasa (7/4/2016). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat budaya literasi mahasiswa.

Panitia menghadirkan pembina FAMe, Yarmen Dinamika, sebagai pemateri utama. Ia memberikan motivasi dan teknik menulis kepada peserta.

Ketua STAI Nusantara, Dr Dicky Wirianto, membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa menulis membantu mahasiswa meningkatkan kualitas diri dan membangun personal branding.

Mahasiswa juga dapat mengembangkan kemampuan melalui berbagai program literasi kampus (internal link) yang mendukung kegiatan akademik dan non-akademik.

FAMe Jadi Wadah Edukasi dan Pengembangan Mahasiswa

Ketua Yayasan Rumoh Bina Aneuk Nanggroe, Dr Tgk Jamaluddin Thaib, mendukung penuh kegiatan ini. Ia menilai FAMe mampu menjadi wadah edukasi publik melalui tulisan mahasiswa.

Mahasiswa dapat menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini juga sejalan dengan penguatan pengembangan soft skill mahasiswa (internal link) di era digital.

“Kita harus mengisi ruang dengan kegiatan positif, termasuk menulis,” tegasnya.

Ia juga mendorong mahasiswa aktif mengikuti gerakan literasi nasional yang dapat diakses melalui situs resmi Kementerian Pendidikan di https://kemdikbud.go.id.

Target Cetak Penulis Muda dan Chapter Aktif

Ketua FAMe, Hayatullah Pasee, menjelaskan bahwa gerakan ini telah berjalan sejak 2017. Program ini melibatkan berbagai kalangan, mulai dari siswa hingga dosen.

Ia berharap FAMe STAI Nusantara menjadi chapter paling aktif dalam melahirkan penulis muda.

Ketua panitia, Dr Muslem, menyebutkan kegiatan ini diikuti sekitar 60 peserta dari berbagai program studi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menetapkan Dr Mulia Rahman sebagai Koordinator FAMe STAI Nusantara Chapter 17.

Literasi Jadi Kunci Daya Saing Mahasiswa

Program ini mendorong mahasiswa menulis secara konsisten. Kemampuan ini menjadi bekal penting di era digital.

Mahasiswa juga dapat mempelajari tren literasi global melalui berbagai sumber, seperti laporan UNESCO di https://www.unesco.org yang membahas pentingnya budaya membaca dan menulis.

Dengan dukungan program seperti FAMe, mahasiswa STAI Nusantara memiliki peluang besar untuk berkembang melalui karya tulis.