30 Jun 2025 18:45 - 2 menit membaca

STAI Nusantara dan FAI Serambi Mekkah Bersinergi Hadapi Tantangan Digitalisasi Pendidikan

Bagikan

Banda Aceh – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nusantara Banda Aceh membuka peluang kerjasama strategis dengan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Serambi Mekkah dalam rangka memperkuat sinergi akademik dan meningkatkan mutu pendidikan antar kedua lembaga.

Pertemuan berlangsung pada Senin (30/6) di Aula Kampus Universitas Serambi Mekkah, dan dihadiri oleh pimpinan dari kedua institusi. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua STAI Nusantara, Dr. Dicky Wirianto, dan Dekan FAI Serambi Mekkah, Dr. Ramadhon, M.A. Diskusi hangat penuh keakraban membahas berbagai bentuk kolaborasi, seperti pertukaran dosen, penyelenggaraan seminar bersama, penelitian kolaboratif, hingga pengembangan jurnal ilmiah antar kampus.

“Kami sangat terbuka dan antusias menyambut sinergi ini. Di era pendidikan modern dan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) yang begitu pesat, kolaborasi lintas institusi menjadi kebutuhan untuk memperkuat ekosistem keilmuan yang kompetitif dan bermutu,” ungkap Dr. Dircky dalam sambutannya.

Sementara itu, Dr. Ramadhon juga menyambut positif inisiatif ini dan menegaskan kesiapan pihaknya untuk terlibat aktif dalam berbagai program kerjasama yang akan dirancang bersama. “Kami melihat banyak kesamaan visi dalam pengembangan keilmuan Islam yang kontekstual dan menjawab kebutuhan masyarakat saat ini,” jelasnya.

Kerjasama ini juga akan mencakup penguatan sistem akreditasi, peningkatan kapasitas dosen melalui pelatihan bersama, serta pengembangan kurikulum berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebagaimana yang tengah digalakkan oleh Kementerian Agama RI.

Kedua institusi sepakat untuk segera membentuk tim teknis guna merumuskan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai dasar formal pelaksanaan kerjasama ke depan.

Dengan dibukanya peluang ini, STAI Nusantara dan FAI Serambi Mekkah berharap dapat berkontribusi signifikan dalam mencetak generasi akademisi dan praktisi keislaman yang unggul, moderat, serta adaptif terhadap dinamika zaman.