20 Mei 2025 12:30 - 2 menit membaca

Wamenkomdigi Ajak Generasi Muda Pahami Politik dari Akar Sejarah

Bagikan

Jakarta – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan pentingnya generasi muda memahami politik dari akar yang paling dasar, yaitu sejarah terbentuknya negara. Pernyataan ini disampaikannya dalam Talkshow Road to Congress Jakarta Model Congress di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, pada Minggu (18/5/2025).

Dalam paparannya, Nezar menekankan bahwa memasuki usia ke-80 Republik Indonesia pada tahun 2025, masyarakat Indonesia sudah sangat terkoneksi dalam ekosistem digital. Namun, di tengah era jaringan dan teknologi ini, generasi muda tetap perlu memahami dasar-dasar kebangsaan dan politik. “Yang paling penting adalah bagaimana menangkap ide-ide dasar mengapa kita harus hidup bersama di bawah Indonesia, di bawah Merah Putih,” ujarnya.

Nezar menjelaskan bahwa kesadaran berpolitik dapat dibangun dengan mempelajari sejarah pendirian negara, pemikiran politik klasik, hingga nilai-nilai idealisme kebangsaan. Ia menyebutkan bahwa para pendiri bangsa terinspirasi oleh pemikir Barat seperti Thomas Hobbes, John Locke, dan Jean-Jacques Rousseau. Khususnya, konsep kontrak sosial Rousseau dianggap sebagai pondasi penting dalam membentuk negara modern yang plural dan bersatu.

Menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam politik, Nezar memberikan perbandingan antara stabilitas politik di Denmark dengan kondisi konflik berkepanjangan di Suriah. Ia menyebut bahwa keberlangsungan sebuah negara sangat ditentukan oleh adanya general will atau kehendak umum warganya.

Selain wawasan politik, Nezar juga menekankan perlunya penguasaan teknologi, pemahaman geopolitik, dan keterampilan teknikal agar generasi muda dapat menjadi sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.

Talkshow ini juga menghadirkan Staf Khusus Presiden RI, Dirgayuza Setiawan, sebagai narasumber kedua yang turut memperkuat semangat kebangsaan di kalangan anak muda.