

Aceh Utara – Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh Utara, Tgk. Samsul Bahri Ishak, S.H., M.Sos., menyampaikan apresiasi kepada Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil yang akrab disapa Ayah Wa, atas penyaluran bantuan Jatah Hidup (Jadup) tahap II kepada ribuan kepala keluarga (KK) terdampak banjir di wilayah tersebut.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah mengucurkan anggaran sebesar Rp23,21 miliar untuk penyaluran Jadup tahap II bagi masyarakat korban banjir yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Tgk. Samsul Bahri Ishak menilai langkah yang diambil oleh Bupati Ismail A. Jalil (Ayah Wa) merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan pascabencana.
“Kami dari PKB Aceh Utara sangat mengapresiasi langkah cepat dan komitmen Bapak Ismail A. Jalil, atau yang akrab disapa Ayah Wa, dalam menyalurkan bantuan Jadup tahap II ini. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan,” ujar Tgk. Samsul Bahri Ishak dalam keterangannya, Sabtu (18/04/2026).

Ia menambahkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat terdampak banjir, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan.
“Bantuan ini tentu sangat membantu meringankan beban masyarakat. Kita berharap penyalurannya tepat sasaran, transparan, dan benar-benar dirasakan oleh warga yang terdampak,” lanjutnya.
Selain itu, ia juga mendorong agar pemerintah daerah terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam penanganan bencana ke depan, termasuk dalam upaya mitigasi agar dampak banjir dapat diminimalisir.
“Kita juga berharap ke depan ada langkah-langkah strategis dalam penanganan banjir secara berkelanjutan, sehingga kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahunnya,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Tgk. Samsul Bahri Ishak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah serta menjaga solidaritas sosial dalam menghadapi situasi bencana.
“Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus kita jaga. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” tutupnya.[]